Sunday, November 13, 2011

FAQ Trip Komodo

Gimana caranya ke Pulau Komodo?
Daerah yang terdekat dengan Pulau Komodo adalah, Labuan Bajo. Jadi carilah maskapai penerbangan dengan rute Labuan Bajo. Bisa dari Jakarta langsung ke Labuan Bajo, atau seperti saya singgah di Bali lalu kemudian melanjutkan ke Labuan Bajo dengan pesawat Merpati. Cara lain adalah dengan singgah di kota Kupang lalu meneruskan ke Labuan bajo. Bagi yang mempunyai waktu yang cukup banyak, dapat mengikuti sailing tour dari Lombok ke Labuan Bajo lalu hopping island Pulau Komodo dengan menggunakan kapal.

Kok ga banyak maskapai dengan rute Labuan Bajo ya? Kalaupun ada, Mahal pula tiketnya.
Selain merpati, maskapai penerbangan yang bisa digunakan ke Labuan Bajo adalah Lion Air atau Transnusa (Maskapai lokal). Hanya sedikit maskapai yang mempunyai rute ke Labuan Bajo, karena load penumpang yang tidak terlalu banyak (tidak sebanyak penumpang dengan destinasi ke Denpasar/Surabaya). Sehingga kalau diitung matematikanya sih, ga balik modal kalau penumpangnya hanya sedikit padahal jarak tempuhnya cukup jauh. Lagi-lagi berbenturan dengan menghindari beban operasional yang cukup besar.

Atau karena kontur daerah Indonesia yang banyak perbukitan jadi memerlukan manuver yang hanya bisa dilakukan pesawat kecil. Jenis pesawat yang beroperasi dengan rute Indonesia Bagian Timur  rata2 merupakan pesawat kecil (jenis MA 60) dan berkapasitas 50-60 orang. Dan hanya beberapa maskapai yang punya pesawat jenis ini, termasuk yang saya sebutkan diatas. Harga normal tiket Pesawat Bali Labuan Bajo (one way) berkisar Rp. 600.000.

Apa aja yang bisa disinggahi sesampainya di Labuan Bajo?
Bisa datang ke Batu cermin, jaraknya cukup dekat dengan Bandara di Labuan Bajo. Batu Cermin, merupakan sebuah gua di bukit batu. Sinar matahari masuk ke dalam gua melalui lubang dan kemudian memantul ke dinding batu, pantulan ini seolah-olah merefleksikan cahaya seperti sebuah cermin. Itulah sebabnya tempat ini disebut batu cermin. Banyak paket wisata yang menawarkan kunjungan ke Batu Cermin sebagai salah satu agenda dalam trip. Harga Tiket Masuk sebesar Rp. 3000. Untuk mencapai ke Batu cermin dapat naik taksi atau angkot, jangan lupa harus pintar menawar harga. Kisarannya sekitar Rp. 200.000 untuk 1 mobil (include supir dan bensin).

Di Labuan Bajo Enaknya menginap dimana ya?
Saya sangat merekomendasikan menginap di Hotel Waecicu. Lokasi hotel berada disalah satu perbukitan di Daerah Labuan Bajo. Hotel ini dapat ditempuh 10 menit dengan menggunakan angkot kapal dari pelabuhan Labuan Bajo. Jika memungkinkan mintalah petugas hotel untuk menjemput kita di Pelabuhan . Pemilik hotel ini adalah warga prancis yang sangat fasih berbahasa Indonesia


Hotel ini dibangun di atas bukit dan menawarkan pemandangan indah karena menghadap laut NTT yang indah. Jarak antara lobby hotel dan bibir pantai sangat dekat sehingga kita dapat dengan bebas menikmati private beach dan bahkan melihat langsung sunrise dan sunset tanpa harus menaiki bukit.  Tempatnya sangat indah dan romantis, banyak dipenuhi tanaman bunga dan ornament kayu yang member kesan natural dan hangat. Hotel Waecicu sungguh sunyi, letak kamar berjauhan, dan memiliki alunan musik desiran ombak nonstop. Sangat cocok untuk lokasi berbulan madu.

Rate Kamar:
Single Rooms or Twin bed Rooms Rp. 300.000/malam
Standard Rooms with double bed Rp. 350.000/malam
Superior Rooms with large double bed Rp. 400.000/malam
Deluxe Room and Honeymoon Suite  Rp. 450.000/malam
Extra Bed Rp. 100.000

Contact:
WAECICU EDEN BEACH HOTEL
Pantai Waecicu - Labuan Bajo
Kec. Komodo - Flores

Untuk ke pulau komodo emang beneran harus sailing abroad ya? Jadi tinggal di atas kapal di tengah laut gitu?
Sebagai gambaran, Kawasan Pulau Komodo itu kaya pulau seribu, bedanya klo di pulau seribu bisa seharian pulang pergi pindah kesatu pulau ke pulau yang lain, nah di komodo karena Jarak dari satu pulau ke pulau lain cukup jauh, jadi memang harus tinggal di kapal agar mobilisasinya gampang. Biasanya sailing komodo ini berdurasi  3D 2N, tapi ada juga yang 2D 1N, tergantung dari kita-nya yang ingin lebih meluangkan waktu lebih lama/sebentar di tempat wisata tersebut.

Kapalnya kaya gimana? Gede ga?
Ada banyak jenis kapal, dari yang kecil, sedang sampai besar. Fasilitasnya juga berbeda2, dan tentunya: ada harga ada kualitas. Kapal yang kemarin saya pakai termasuk jenis yang sedang. Kapasitasnya untuk 25 orang, 20 untuk peserta dan 5 untuk awal kapal. Tempat tidurnya ada 20, terdapat 2 kamar mandi, AC, ada stereo, ada meja makan besar, ada roof top untuk menikmati pemandangan dari atas kapal dan fasilitas listrik (terbatas penggunaannya). Makanannya melimpah ruah, jadi jangan takut kehabisan makanan, mereka pasti sudah perhitungkan bahan2 makanan yang harus dibawa selama hidup di tengah laut. 


Hidup di kapal ga semengerikan yang kita kira kok, klo sudah jam tidur kapalnya menepi di spot yang memang tenang arus ombaknya, sehingga tidak merasakan goyangan kapal. Menurut saya rata2 kondisi badan juga sudah agak tepar pasca trekking atau snorkeling, jadi tubuh kita akan otomatis beristirahat. Satu hal yang membuat saya betah adalah: ga ada sinyal!! Jadi benar2 liburan yang terisolasi dari dunia luar.

Tempat wisata mana yang didatangi selama Trip Komodo?
Tempat2 wisata yang biasa dikunjungi adalah: Warloka (wisata sejarah melihat situs purbakala)-Pulau Rinca -Taman Nasional Pulau Komodo (melihat komodo langsung dari habitatnya)-Manta Point (snorkeling melihat langsung ikan pari)-Pink Beach (snorkeling dan menikmati indahnya pantai berpasir pink)-Kanawa (hotel tempat menginap). Ini biasanya sudah satu paket tour.

Berarti selama disana ikutan tour package gitu ya?
Kalau saya sih iya, karena biar enak aja ga mesti repot ngurusin. Jadi agen/operator saya ini yang berkoordinasi langsung dengan kru kapal yang akan kita pakai untuk jalan2 selama trip komodo dan juga dijadikan tempat menginap. Harga paket sudah termasuk biaya menginap 2D 1N, makan 3X sehari, snack, minum, sewa alat snorkeling, HTM ke lokasi2 wisata, sewa perahu angkot, dan menginap di Hotel Kanawa selama 1 malam. Tiap operator mematok harga bervariasi, karena kemarin kelompok kami cukup banyak pesertanya jadi kami sewa 1 kapal hanya untuk kami sendiri. Kalau grup-nya kecil (2-5 orang) harus join bareng wisatawan lain. Kontak Operatornya bisa di cari di Google, banyak kok informasinya.

Budgetnya berapa?
Untuk paket tour 2D 1N dengan fasilitas yang sudah disebutkan diatas, biaya real per orang adalah: 1.7 juta. Tergantung operator yang dipakai, dan pastinya harus pinter nawar harga  juga.
Operator yang kemaren saya pake: Los Flores Tour atau bisa email ke losflorestour@yahoo.com
Tips and Trick? 
  1. Bagi yang takut item bawa sunblock yang buanyaaaaakk dan jangan lupa selalu oleskan sesering mungkin.
  2. Klise sih,tapi jangan membuang sampah sembarangan selama di kapal ataupun ketika mengunjungi tempat wisatanya. Tempat ini sangat indah dan harus dijaga agar tetap indah. 
  3. Minum air putih yang banyak agar ga dehidrasi, cuaca NTT sangat panas.  
  4. Yang masih penasaran seputaran komodo bisa dilihat di posting #tripkomodo part 2
  5. Sebaiknya bawa alat snorkel sendiri karena kualitas alat snorkeling sewaan lumayan buruk 
  6. Klo doyan foto, jangan lupa bawa filter ultra violet dan CPL. Sinar mataharinya sangat terik jadi bakalan superr silaaaauuuuu. Bawa kamera underwater juga untuk foto2 underwater
  7. Kondisi badan harus fit, trip ini bernuansa petualang, jadi ada kegiatan trekking dan snorkeling di laut yg arusnya lumayan kuat. Jaga stamina sangat diwajibkan. 
  8. Semakin banyak peserta trip lebih baik agar biayanya lebih murah 
  9. Trip ini rada2 menguras budget, jadi persiapin dana dari jauh2 hari. Untuk apa? Jadi pas disana kita benar2 bisa menikmati, ga terpaku sama uang yang pas2an. Sekali2 trip yang ga terlalu backpacker2 banget lha. hehehe

Monday, October 31, 2011

Trip komodo part 3: Pink Beach!!!


Memang benar ucapan bahwa “semakin menjelajah ke Indonesia bagian Timur pemandangan alamnya semakin indah, dan juga semakin menguras dompet”. Sudah saya buktikan dengan trip komodo ini. Ihiks. Biaya tripnya sama kaya waktu saya ke Seoul, Korsel. Hahahaha. Tetapi percaya deh, semua terbayar lunas-kontan-tanpa-ada-penyesalan begitu melihat Indahnya Pantai di NTT.  

Sebelumnya kita sama-sama tahu bahwa Indonesia diapit oleh 2 samudra Hindia dan Pasifik, Indonesia juga merupakan Negara tropis, beberapa kelebihan ini menyebabkan keanekaragaman biota laut kita sungguh tinggi. Dunia internasional sudah mengakui bahwa Indonesia adalah tempat yang sempurna untuk berolahraga diving. Bahkan dari beberapa majalah diving internasional, kawasan Indonesia bagian timur selalu mendapatkan rangking teratas sebagai Negara dengan pemandangan bawah laut yang indah. 


Fakta lain yang mungkin tidak ketahui tentang Indonesia adalah bahwa: Laut Indonesia termasuk ke dalam wilayah segitiga karang dunia (coral triangle), 5 negara yang lain yang termasuk dalam segitiga ini diantaranya adalah Papua Nugini, Timor Leste, Malaysia, Philiphina dan Kepulauan Salomon. Jika kita melihat ke Peta Dunia dan menarik garis di masing-masing negara maka akan terbentuk segitiga karang dunia. 

Wilayah segitiga karang ini mempunya keanekaragaman biota laut dengan lebih dari 600 spesies terumbu karang, atau dengan kata lain meliputi 75% semua spesies terumbu karang yang ada di dunia. Waoow! Sedangkan Indonesia Diperkirakan menyumbang 18 % (82.200 km2) dari total luas terumbu karang di dunia yang mencapai 284.300 km2.

Fakta lain adalah bahwa Indonesia termasuk dari 7 Pantai di Dunia yang mempunyai pasir berwarna pink. Pink Beach terletak di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pasir di Pink Beach ini berwarna Pink disebabkan oleh adanya campuran pecahan karang berwarna merah, cangkang kerang, dan juga  adanya kalsium karbonat dari invertebrate laut dan juga Foraminifera,yaitu Amoeba Mikroskopus yang memiliki cangkang berwarna pink. 

its really Pink!!


Jika dilihat dari kejauhan pemandangan terlihat sangat indah karena perpaduan antara garis pantai yang berwarna pink dipadukan dengan gradasi warna biru laut, biru muda dan hijau toska. Indah sekali! Saya sungguh kagum sekaligus bangga karena tidak perlu jauh-jauh ke kepulauan Bahama, Pulau Santa cruz (Philiphina), Pulau Budelli (Italia), Pantai Bonaire (Kepulauan Karibia), Balos Lagoon (Yunani), dan pantai Bermuda untuk menikmati pasir berwarna pink, karena ternyata di Indonesia juga ada. How cool isn’t?


Tidak hanya menikmati pasir berwarna pink, pemandangan bawah laut di Pink Beach juga sangat indah. Kami diturunkan di spot snorkeling (sekitar 200 meter) dari bibir pantai. saya langsung terkagum2 melihat biota laut yang benar2 indah, bahkan saya memekik begitu melihat coral yang berwarna warni, saya tidak tahu persis jenis coralnya apa, tetapi baru kali ini saya meilhat begitu banyak jenis coral di satu spot snorkeling. 


Ada bulat dan memiliki rupa seperti otak manusia, ada juga yang seperti kelopak bunga mawar, ada juga yang berbentuk lempengan, ada yang berwarna ungu, ada yang berwarna hijau, ada yang berwarna biru, merah. Wah pokoknya nikmat sekali berlama-lama melihatnya. Saya juga sempat melihat bintang laut berwarna biru dan ikan-ikan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saking banyaknya aneka rupa biota laut yang indah, saya sampai kebingungan mana yang harus saya lihat padahal arus ombak cukup kuat, saya sendiri kewalahan melawan arus jika ingin berlama2 melihat coral di satu tempat.


Sepanjang yang saya lihat, pink beach masih terjaga kebersihannya. Karena pulau ini memang tidak berpenghuni dan saya rasa semua wisatawan dengan kesadaran sendiri akan mengumpulkan kembali botol minum plastik dan snack seusai menikmati pantai karena memang pantai ini terlalu indah. Too damn beautiful.

So, do I love Indonesia?! Yess, even more..

Sumber: WWF
Photo: Eky Rizki Darmawan