Wednesday, November 13, 2013

Balada Passport Hilang

JENG JRENGGGG. Gw rada bermasalah sebenernya sama daya ingat dan teramat sangat berprestasi dalam hal keteledoran. Kali ini passport pun ngilang entah kemana. Ya udah lah, toh masa berlakunya udah mau abis tahun 2014, jadinya tetep ujung2nya harus ke imigrasi dan ngurus ini itu. Ini pertama kalinya sih ngalamin kaya gini jadi pengen di share ke temen2 proses pengurusan passport hilang di imigrasi. Mudah2an sih ga perlu ngalamin kejadian yang sama yaa.. *getok2 meja*

So apa step2 yang harus dilakukan??? I’m warning you, prosesnya agak ribet jaya..

Step 1: Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian
Segera setelah passport hilang, hal pertama yang perlu dilakukan adalah: minta surat keterangan hilang dari polisi. Waktu itu gw ngurusnya di Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan. Ngurus surat keterangan hilang itu mudah kok, dan ga sesulit yang kita kira. Cukup dateng, bawa KTP dan fotokopi halaman passport (klo dulu sebelom ilang sempet fotokopi/scan) dan siapin uang Rp. 20.000. Nanti bakal dicatet data diri kita dan ditanya kronologisnya sama Pak Polisi kenapa bisa sampe hilang tuh passport. Setelah selesai, selipin lah duid 20rb pas salaman. Hehehe. 

Step 2: Urus passport baru ke Imigrasi
Proses selanjutnya adalah ke Imigrasi. Saya memilih untuk ngurus di Imigrasi Jakarta Selatan di Jl. Mampang, errrr alasannya soalnya lumayan deket sama kantor.

Dokumen yang HARUS dibawa:
  1. Kartu Keluarga (asli dan fotokopi).
  2. Ijazah pendidikan terakhir (asli dan fotokopi).
  3. Akte Kelahiran (asli dan fotokopi).
  4. Surat sponsor dari kantor yang menyatakan bahwa kita adalah karyawan kantor tersebut.
  5. Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian.
  6. Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang (bagi yang telah mengganti nama).
Imigrasi Jaksel emang paling terkenal rame BANGET, jadi klo bisa sebaiknya jam 06.00 TENG udah sampe sana, karna selain biar bisa dapet parkir (space parkirnya seuprit), tapi juga biar bisa ngantri di depan mesin nomor antrian. Si mesin nomor antrian baru nyala jam 07.00, tapi orang2 udah pada ngantri di depan mesin ini dari jam 06.00.

Setelah mesin  nyala, baru deh dipandu sama petugasnya untuk dikasi nomor antrian dan dikasi map yang isinya formulir. Sembari nunggu loket dibuka jam 08.00, gw mulai ngisi formulirnya. (YES JANGAN LUPA BAWA PULPEN). Nah ntar di formulirnya gw centrang pengurusan passport hilang.

Abis itu nunggu dipanggil di loket untuk di periksa dokumen2 asli kita dan kemudian kita dirujuk untuk ketemu sama WASDAKIM di lantai 3 untuk bikin BAP.

Step 3: ketemu WASDAKIM
Pada proses ini gw diwawancara sama Pak Agus dari seksi WASDAKIM, ditanya2 soal data diri dan kronologis kenapa paspornya bisa ilang untuk di bikin BAP. Nanti BAPnya di print dan kita disuruh ngecek lagi, apakah ada salah2 ketik atau sesuai ga penulisannya sama apa yang kita laporkan. Setelah semuanya rebes, surat BAP akan ditandatangan dulu sama Kepala Kantor Imigrasi untuk dibikin rujukan ke Kantor Wilayah (Kanwil). Kenapa mesti ke Kanwil? Karena paspor gw yang ilang ini masih berlaku. Klo semisal udah habis masa berlakunya ga perlu sampe ke Kanwil segala. 

Step 4: Ke Kanwil Depkumham
Setelah dapet tandatangan dari Kepala Imigrasi, gw langsung cabs ke Kanwil Depkumham di jalan MT. Haryono, untuk dapet surat persetujuan bahwa gw diijinkan untuk bikin paspor baru lagi. Alhamdulillah paspor gw ga ada penangguhan segala, karena gw pernah make paspor ini sebelumnya. Menurut aturannya, klo paspor ilang dan belom pernah dipake, bisa ditangguhkan maksimal 2 tahun. ENG ING ENG. Katanya sih untuk mencegah ada pemalsuan passport gitu. Oia, proses minta persetujuan kanwil ini sebaiknya dilakukan pagi2, jadi pas makan siang bisa langsung diambil. Klo datengnya abis makan siang, baru jadinya besok pagi. Eaaakk. Lagu lama birokrasi pemerintahan.

Step 5: Bayar Denda
Setelah dapet surat persetujuan dari Kanwil, proses selanjutnya adalah balik lagi WASDAKIM Imigrasi untuk ngasi surat dari Kanwil. Dari sini udah bisa agak lega karena proses bolak balik antar jemput surat udah selesai. Proses selanjutnya adalah bayar denda. Ihiks. Klo normalnya bikin pasport baru/perpanjang paspor itu  cuma perlu 255rb. Klo pasport ilang atau rusak bayarnya jadi 455rb!! Ihiks.Bayarnya harus ke BNI dan harus langsung dateng ke Bank-nya, ga bisa transfer. Untungnya ada Bank BNI deket Imigrasi, tinggal nyebrang dan jalan kira2 300 meter.

Step 6:  Foto, Wawancara dan Sidik Jari
Besokannya kudu dateng pagi untuk foto, Wawancara dan Sidik Jari. Prosesnya sama kaya pas pertama kali dateng, ambil nomor antrian dan nunggu dipanggil. Gw dateng jam 06.30 dapet antrian nomor 22, Eee busyeeeet. Prosesnya kira-kira 2 jam lah, dari nunggu loket buka sampe selesai prosesnya. Oia pas wawancara ga ditanya macem2 kok, malah gw bantuin petugasnya yang kesulitan copy paste kode2. Hahahaha. Lagi masa transisi dari mesin ketik ke komputer kayanya.

Step 7: Ambil Paspor
Untuk pengambilan paspor ga perlu pake nomor antrian, tapi cukup dateng bawa bukti pembayaran dan letakkan di kotak yang disediakan di loket pengambilan passport. Tunggu namanya dipanggil dan viola passport baru udah jadi. Untuk pelayanan passport, loket dibuka jam 09.00-16.00, tapi sama kaya sebelumnya, sebaiknya dateng dari jam 08.00 biar bisa naro bukti pembayarannya paling awal.

Tips:
  1. Bawa dokumen yang menjadi persyaratan baik asli maupun fotokopi. Ada yang ga lengkap 1 biji aja, disuruh dateng besok lagi.
  2. Dateng pagi, asli deh, telat dikit dapet nomor antriannya udah berpuluh2.
  3. Bawa pulpen.
  4. Siapin cuti/ijin stgh hari maksimal 3 hari untuk ngurus prosesnya seharian.
  5. JANGAN SAMPE PASPORTNYA ILANG YAA..RIBET NGURUSNYAA!! :p

PS: postingan ini didekasikan untuk Aqanta S. Sutarjo yang udah direpotin nganter kesana sini.

Sunday, October 20, 2013

Pre-Departure Training

Hello World...

Finally, I got my life back. Hahahaha. Joined pre-departure training (PDT) for three months at IALF, was pretty much took most of my time. So I didn’t have much time to post anything on this blog.  Since I’ve been practices a lot speaking and writing English during PDT, so I’m gonna posting my thought using English. Err if you find any grammar mistakes, I’m sorry, I’m still struggle learning it. *peace sign* :D

After received “love letter” from AusAid, I must join PDT in order to improve my English (in general) and (to be specific) improve my IELTS score. My first thought was this is just an English training, so nothing I should worry about, but it turns out that I jinx it.

On my first day, I attended the orientation and found out that I’m on 3M7 group. This group consisted of 15 people from various Governments office and I’m the only one that working in NGO. Our teacher is Andrew Riley, he’s energetic young British guy with a big curly blonde hair.

So we are “forced” to use English language as our daily convo. At first, Its quite hard because not only I should speak clearly and using the right structure (SPOK mode on) but also its difficult to express my thought, concisely.

We expected to accomplish our final assignment which is 1500 essay and give a 15 presentation in class. Although, I love writing and also I’m a blogger, but its very hard to writing in academic style. My writing style considered as popular writing, there are no rules about the structure, just write what is in your head, make it simple and easy to follow. But in academic writing, there are so many rules that should be followed even to make a simple essay.

We also learned about the cultural exchange. Our lovely teacher, Barbara, explained the Australian culture, packing tips, and how to overcome culture shock problems. Her class was very useful especially to those who had no experience going abroad. We also have Rina, our librarian, who taught us about plagiarism. Plagiarism has many layers and if we wrong in quoting references, it might considered as plagiarism. We also learned how to master Microsoft Office from Dedy, our IT staff. He taught us a lot of tricks on how to use many kinds of software that will help us in the future. Another teacher is Simone, She taught us about study skills, how to manage your time, and even breathing techniques to release stress.

I really had a great time at IALF, despite the lectures, I also met my new family: Mas Nugie, Fahd, Wulan, Sawie, Mas Nanang, Dhani, Mas Auli, Papa Arfan, Mas Weka, Ima, Dhini, Mba Cicil, Mas Donnie, Mas Doris, and Andrew.


This is Andrew, our teacher. At first, we were shock because he kept saying "rubbish" while give his comment  about our poor writings. But, time after time, we get used to it because we think its a common in his country using "rubbish" word to express something. He also very funny and very good teacher :)


this is what we did almost every day, took lots of photos!  


This is our uniform, design by Fahd! and lady in black is Alana, she is 3M8's teacher. We invited her to taste Mas Dony's Cake.


I got surprise! Wulan brought some donuts on my birthday!! yeaaayy me :')


We also had costume themes! Once a week, Sawie choose the colour and everyone should wear the same colour, no excuses! But Mas Auli didn't packed colour shirt when he left Pangkal Pinang, so he always wore a different colour.     


We have Dini, the rebel girl, hahahaha. Can you make a guess which one is Dini?


Beside taking a lots of picture, we also love to eat!!! hahahahaaha..every monday Papa Arfan, Mas Weka and sometimes Fahd always give us oleh-oleh. 


G'day Mate!! Its been a pleasure studying with you all in the last 3 months


 Photo Courtessy: Wulan Ayu Marza