Saturday, February 4, 2012

My name is Ratri, the Goddess of night

What's in a name? 

it’s a famous quote by Shakespeare from “Romeo and Juliet” play, or in Bahasa we recognize it as “Apalah arti sebuah nama”. Although I adore Shakespeare so much but I'm disagree with him.

My full name is “Ratri Indah Septiana”, and from age 5 years old until I entered Junior High School, I simply hate my name. So many people gets wrong calling my name, they call me Ratih, Tantri, or even Lastri. Uurrgghhhh. I often yelled at them and asked why is so hard to remember my name.

The worst part is when I was become Liason Officer crew at Java Jazz Festival. I have to deal with so many foreign people and they are really hard to pronounce my name. Introducing myself become an awkward moment and I have to mention at least three times. So, my names isn't cool for for both National and International people. *sigh

But things going different when Ayah explain the history behind my name. He told me that “Ratri” means “night” in Sanskrit, it simply because I was born at night. “Sept” in Septiana means September, my birth month and “Tiana” refers to Mariana, my grandmother names. “Indah” was given the last, because my parents thinks that Ratri Septiana is too weird. So, voila! Ratri Indah Septiana was created, that’s cool, and I started to love my name. its more meaningful than I thought before. 

When google came to my life, i’m googling my name. I found that my name is on the Wikipedia! Wowwww. Wiki tells that

 Ratri, often also called Ratridevi, is the goddess of night in the Vedas and the mythology of India and Hinduism. She is sister to Ushas, the Vedic goddess of Dawn. Her name is the common/ordinary word for nighttime in Indian languages like Kannada , Bengali, Tamil, Telugu.

The goddess Ratri is a minor character in Roger Zelazny's science fiction novel Lord of Light, who encounters and aids the protagonist in his battle against the other gods

Ratri on Wikipedia

Once I discussed with My friend Miman, about our names. He reckon that my full name has a strong meaning, it means “beautiful night in September” (Malam yang indah di bulan September).

And suddenly I feel great! 

So have you googling the meaning of your name? hehehehehe

Wednesday, January 18, 2012

#towhomitmayconcern

Dear Kamu, 

Apa kabarmu? Semoga kamu dijaga dengan baik. Ingatkah? Hari ini tepat 120 hari sejak terakhir bertemu dan 18 hari sejak komunikasi terakhir kita. Aneh ya aku? Seketika pandai mengingat hari, padahal dulu ingatan ini begitu sulit mengingat tanggal penting kita. Bukan, bukan menolak lupa, namun waktu terasa lebih lama sejak……sejak kita memilih jalan masing-masing.
 
Jadi? Bagaimanakah dia? Bahagiakah kamu? Kamu harus bahagia, mengingat banyaknya kepingan hilang dari hidupmu yang kamu korbankan untuknya. 

Ahh ingin aku bertemu dengannya, sekedar melihat langsung, perempuan yang mengisi hari-harimu sekarang. Ingin sekali aku berbagi cerita tentangmu, ya tentangmu yang tidak suka kopi, dan kegemaranmu memakan roti di pagi dan sore hari. Rasanya aku perlu memastikan, apakah dia tahu bahwa kamu sulit bangun pagi, aku bersedia memberitahukan triknya, yaitu mengajakmu berbicara sampai mata sipitmu terbuka dan dengan begitu nyawamu terkumpul lebih cepat.  Trik andalanku. dan selalu berhasil.

Samakah dia dengan aku? Yang suka menggigit lenganmu jika gemas menghadapi gombalmu, kamu memang perayu ulung, sulit untuk tidak jatuh cinta padamu. Lihat saja aku, yang susah payah melupakan kalimat-kalimat manismu. Memori otakku berjalan sempurna bila ku ingat tentang, kita.

Masih kuingat pandangan jijikmu jika aku menggodamu dengan minyak kayu putih, hahahaha. Kesukaanmu memang selalu bertolak belakang dengan kesukaanku, mungkin itu yang menyebabkan kamu menyerah.

Tergelitik rasa ingin tahuku, apakah kamu menjabarkan dia tentang teori wedang jahe-mu, yang kamu percaya dan dijunjung tinggi dapat menyembuhkan segala macam penyakit? Kamu tuh ya, benci jika aku mengagung-agungkan ras jawa, padahal gayamu itu, Jawa totok!! Suka sekali makanan manis, minuman manis dan membenci segala macam makanan pedas. Katakan padanya tentang ini secepatnya, sebelum dia membuatkankanmu rendang pedas.

Kamu tahu. dan pasti merasakan. Aku selalu menyisipkan namamu dalam doaku. Sepatah kalimat agar kamu bahagia dengan pilihanmu sekarang. Untaian kalimat doa itu mungkin sudah didengar oleh Semesta, dan akan terwujud sempurna di hari pernikahanmu nanti.

Aku akan datang, jika kamu mengijinkanku datang. Bahagia itu kamu. Ikut berbahagia itu aku. Biarkan aku melihatmu, begitupun nanti kamu akan melihatku, bersama kita akan menyaksikan jelaga tawa terkumpul di mata. Bersama haru, keduanya tumpah melebur satu. Disaat itu, aku yakin melepasmu akan terasa lebih ringan

PS: happy birthday :’)